Sabtu, 23 Februari 2013

ASAL USUL MANUSIA


KARYA MUHAMMAD MUHYIDIN
ADAM AS ATAU PITHECANTHROPUS ERECTUS NENEK MOYANG KITA?
·      Adam AS, Sejarah manusia menurut agama
          Sekarang banyak orang meragukan, benarkan nenek moyang manusia itu Adam dan Hawa yang sering divisualisasikan dengan penampilan gagah dan cantik ketika berada di Taman Firdaus? Atau justru sesuai dengan teori Darwin, bahwa nenek moyang manusia adalah manusia kera atau ape man, yang tadinya berjalan dengan empat anggotatubuh atau quatropedal dan hidup menggelayut di pohon, lewat proses evolusi biologis bisa tegak di atas dua kaki atau bipedal sebagai Homo Erectus, selanjutnya mengalami pembesaran otak dari 300 cc menjadi 1590 cc,sehingga disebut homo sapiens?
          Mungkin kita telah mengetahui sejarah Nabi Adam AS dari cerita-cerita orang tua kita dan guru agama kita. Nabi Adam As dan Siti Hawa yang diturunkan ke muka bumi dari surga karena telah dihasud oleh iblis untuk memakan buah khuldi. Buah khuldi adalah makanan yang ada di surga dan Allah SWT melarang untuk memakannya. Iblis sangat tidak menyukai Nabi Adam As karena ia berkeyakinan bahwa ia yang diciptakan dari api itu lebih baik daripada Nabi Adam As yang diciptakan dari tanah. Oleh karena itu, pada saaat Allah SWT menyuruh para malaikat dan iblis untuk bersujud kepada Nabi Adam As, hanya iblis yang tidak mau bersujud. Maka Allah SWT menjadi murka dan mengusir iblis dari surga. Tapi sebelum iblis pergi dari surga, ia meminta satu permintaan kepada Allah agar diberi kesempatan untuk hidup selamanya dan mengganggu anak cucu adam. Itulah kurang lebihnya.
          Ditinjau dari sudut agama, banyak ayat Al Qur’an yang menjelaskan tentang Nabi Adam AS. Ini terdapat dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 30-36. Dan juga didukung dalam QS. Al Imron:59, QS. Al Hijr:28-29, QS. Ash Shaaffaat:11, dan QS. Ar Rahman:14-15. Telah menjadi keyakinan
kaum beragama sejak dahulu hingga sekarang ini bahwa Adam adalah manusia yang pertama dan kita –manusia- adalah anak keturunan Adam As. Dan telah kita pahami bahwa keyakinan seperti ini menjadi agak tercabik-cabik setelah ilmuwan mengabarkan bahwa kita adalah keturunan kera, kita adalah generasi turunan “homo”,  Homo Sapiens dan Homo Erectus. Kita akhirnya yang hidup di jaman sekarang pun sedikit banyak mengalami kegelisahan atas pengetahuan yang demikian ini. Dan kita ingin kembali mengukuhkan keyakinan yang benar agar kita dapat segera keluar dari kegelisahan ini. Kita tidak boleh apriori bahwa apabila agama mengatakan Adam As adalah manusia pertama dan kita adalah keturunannya, maka kita harus mempercayai hal ini tanpa disertai dengan bukti-bukti yang mendukung kepercayaan kita.sebaliknya, kita juga tidak boleh mentah-mentah menelan pil pengetahuan bahwa nenek moyang manusia adalah kera, sebelum pil ini kita ketahui dengan sebenar-benarnya.
·      Pithecanthropus Erectus, Sejarah manusia menurut sains
          Benarkan kita keturunan keturunan Pithecanthropus Erectus? Berdasarkan teori sains itu adalah benar. Kita adalah keturunan kera yang mengalami proses evolusi seperti apa yang telah dikemukakan oleh Charles Darwin. Pendapat ini juga berdasarkan penemuan fosil yang telah dilakukan oleh Darwin. Sejarah manusia atau asal-usul manusia menurut pandangan dunia sains tidaklah seperti yang dibayangkan kebanyakan orang, yakni tanpa ada kontroversi yang melingkupinya. Seperti halnya sejarah manusia menurut pandangan dunia agama, kita menemukan adanya berbagai mitos yang justru muncul dari logos ilmiah sendiri, sehingga dengan fakta yang demikian ini, kita bisa mengatakan bahwa pandangan dunia sains tentang sejarah manusia tetap saja diwarnai oleh berbagai perbedaan dan silang pendapat. Perbedaan dan silang pendapat ini sesungguhnya berkenaan dengan teori yang telah diusung oleh Darwin di mana ilmuwan sosial tampaknya telah terbelah menjadi dua: sebagian membuktikan dan mendukung teori Darwin adalah benar dan ada yang sebagian menolak teori tersebut.
KESIMPULAN:
          Berdasarkan penjelasan buku ini, saya dapat menarik kesimpulan bahwa sudah sepantasnya kita benar-benar tidak perlu lagi memberikan tempat kepada teori evolusi. Sudah saatnya kita teriakkan bahwa kita adalah keturunan Nabi Adam As dan bukan keturunan kera, Pithecanthropus Erectus. Ingin mengetahui lebih mendalam, bacalah buku ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar